Bangun Bandara Bali Utara Investor India Siapkan 1 Miliar Dolar


Jakarta (Bali Post) - Chairman & Managing Director GVK Power & Infrastructure Limited, Krishna Reddy, menjanjikan minimal dana 1 miliar dolar AS untuk merealisasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara. ''Sedikitnya 1 miliar dolar AS kita siapkan untuk pembangunan Bandara Bali Utara,'' katanya saat bertemu dengan Menbudpar Jero Wacik di Jakarta, Rabu (23/2) kemarin.

Menurut investor asal India itu, dana untuk pembangunan berbagai infrastruktur pendukung tentu akan lebih besar lagi. Krishna yang beberapa hari lalu berada dan bertemu sejumlah pejabat di daerah Bali merasa terpanggil untuk merealisasi bandara tersebut lantaran kedekatan emosional sebagai penganut Hindu.

Ia berjanji akan membantu mega proyek di Bali lainnya yang selama ini terbengkalai, semacam proyek Garuda Wisnu Kencana (GWK) untuk segera diselesaikan, mengingat proyek tersebut juga sangat mendukung kepariwisataan religi di daerah Bali.

Sementara Menbudpar Jero Wacik mengungkapkan, realiasi investasi ini merupakan komitmen atas penandatanganan kerja sama antara pemerintah Indonesia yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke India beberapa waktu lalu. ''Bandara Internasional Bali Utara merupakan salah satu dari item yang ditandatangani lewat memorandum of understanding (MoU),'' kata Wacik.

Wacik mengatakan, proyek semacam ini sangat menjanjikan bagi rakyat Indonesia, dan pemerintah terus mendorong agar mereka segera berkeja, karena bagaimana pun Bali Utara masih banyak daerah tertinggal dan masih dijumpai angka kemiskinan. Dengan adanya proyek lapangan terbang ini, Wacik berharap berbagai sektor akan tumbuh dan infrasktur terbangun seperti hotel, dan ini nantinya akan menjadi bagian kehidupan bagi masyarakat Bali Utara khususnya.

Menbudpar mengingatkan investor agar dalam pembangunan Bandara ini nantinya banyak melibatkan masyarakat Bali Utara, sehingga benar-benar menjadi benefit bagi masyarakat di Bali Utara. ''Ini proyek yang cepat sekali, karena sebulan lalu kita membuat MoU di India dan sekarang mereka mulai bekerja dan mereka sudah melalukan follow up,'' paparnya.

Wacik mengajak masyarakat mendorong proyek ini, misalnya kalau ada di antara warga yang tanahnya menjadi lokasi proyek, dia berahrap tanahnya dilepas dengan harga yang baik jangan terlalu murah dan jangan juga terlalu mahal, sehingga proyeknya jalan. ''Jika kita tidak bersepakat, kita rugi bareng nantinya,'' tambahnya.

Kalau bandara ini sudah beroperasi, Wacik memastikan akan terjadi multiplayer effect yang sangat besar yaitu berkembangnya Bali Timur dan Bali Barat. ''Jadi pengaruhnya ke Bali Timur dan Bali Barat,'' imbuhnya.

Untuk tahap pertama, tambahnya, selain proses perizinan dijalankan serta rencana pembebasan lahan, tentu selanjutnya dilakukan peletakan batu pertama. ''Kita harapkan proyek monumental ini selesai sebelum 2014,'' katanya. (010)




Tags:

Sekretariat GmnI Denpasar

Bagi Kawan-Kawan Kader GmnI atau kalangan umum yang berkeingingan untuk menulis di Blog ini, bisa mengirimkan tulisan ke Email : gmni_denpasar@yahoo.co.id